UY/MIABH/13052012/AWA

May 14, 2012

- Perintah berbuat baik kepada tetangga, dan ini bersifat mutlak, yang muslim maupun yang kafir, yang baik maupun yang jahat, yang dekat maupun yang jauh, dan lainnya.

- Anak yatim yaitu anak yang ditinggal mati oleh ayahnya dan dia dalam keadaan belum baligh. Cara berbuat baik kepadanya diantaranya adalah menanggung hidupnya bila ia miskin, menjaga hartanya bila ia kaya, dll.

- Berbuat baik kepada anak yatim adalah salah satu cara untuk melembutkan hati.

- Larangan merasa diri lebih hebat dari orang lain, dengan benar ataupun tidak benar. Terlebih jika diiringi dengan sikap melecehkan orang lain.

- Larangan dari perbuatan zhalim, melampaui batas, atau bisa juga berarti larangan dari berzina. Larangan berbuat melampaui batas mencakup masalah darah, harta, dan lainnya.

- Perintah kepada akhlak yang mulia (seperti jujur, amanah, tidak meminta-minta pada orang, menjaga kehormatan diri, malu, berani, dermawan, setia dan tau budi, baik kepada tetangga, menolong orang yang susah, menjauhi apa yang diharankan Allah, dan lainnya), dan menjauhi akhlak yang jelek (seperti dusta, khianat, mungkar, perkataan kotor, bakhil, ghibah, fitnah, mengganggu tetangga, penakut, dan lainnya). Read the rest of this entry »


UY/MIABH/29042012/BM

May 6, 2012

1586. Dari Abu Hurairah Radhiadhiallahu’anhu, ia berkata, “Rasulullah Shalallahu ‘alahi wa sallam bersabda, ‘Tidaklah suatu kaum duduk pada suatu majelis, di mana mereka tidak berdzikir kepada Allah padanya dan tidak bershalawat kepada Nabi Shalallahu ‘alaihi wa sallam, kecuali mereka akan ditimpa kerugian pada hari kiamat.’” (HR. At Tirmidzi, ia berkata “Hadits Hasan“)

- Wajibnya dzikir dan shalawat dalam setiap majelis. Read the rest of this entry »


UY/MIABH/29042012/AWA

May 6, 2012

———————————-
Penulis Rahimahullah berkata:

“Mereka (Ahlus Sunnah) beri’tiqad (berkeyakinan) untuk menegakkan ibadah haji, jihad, dan shalat Jum’at bersama ulil amri, apakah mereka orang yang baik atau yang jahat.

Dan mereka (Ahlus Sunnah) menjaga shalat berjama’ah serta beragama dengan menasihati umat ini. Dan mereka meyakini sabda Nabi Shalallahu’alaihi wa sallam,

‘Mukmin dengan mukmin lainnya itu seperti satu bangunan, yang sebagiannya menguatkan sebagian yang lain.’

Lalu Nabi Shalallahu ‘alaihi wa sallam menganyamkan jari-jemari tangannya. [Diriwayatkan Bukhari (V/99) dan Muslim (IV/1999)]

Juga sabda Nabi  Shalallahu ‘alaihi wa sallam,

‘Perumpamaan kaum muslimin dalam cinta-mencintai, kasih sayang, dan tolong menolong, mereka seperti satu tubuh, bila satu anggota badannya ada yang sakit, maka seluruh jasad akan merasakannya dengan deman dan tidak bisa tidur.’” [Diriwayatkan Bukhari (X/438) dan Muslim (IV/1999)]
———————————- Read the rest of this entry »


UY/MIABH/08042012/BM

April 8, 2012

Bab Dzikir dan Do’a

- “Dan sebutlah (nama) Rabbmu dalam hatimu dengan merendahkan diri dan rasa takut, dan dengan tidak mengeraskan suara, di waktu pagi dan petang, dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang lalai.” (Al A’raf [7]: 205)

- Dzikir itu dengan suara lirih, bukan dengan mengeraskan suara.

- Wahai manusia, kasihanilah diri kalian, sesungguhnya kalian tidaklah berdoa kepada Rabb yang tuli dan jauh, tapi sesungguhnya kalian berdoa kepada Rabb yang Mahamendangar lagi dekat, dan Dia bersama kalian.

- Perbanyaklah berdzikir sebagaima perintah Allah dalam surat Al Ahzab [33] ayat 41 yang artinya, “Hai orang-orang yang beriman, berzdikirlah (dengan menyebut nama) Allah, zikir yang sebanyak-banyaknya.”

- Ganjaran dzikir sangatlah besar, sebagaimana firman Allah dalam surat Al Ahzab [33] ayat 35 yang artinya, “…laki-laki dan perempuan yang banyak menyebut (nama) Allah, Allah telah menyediakan untuk mereka ampunan dan pahala yang besar. “

- Perumpamaan orang yang berdzikir dengan yang tidak adalah seperti orang hidup dengan orang mati. Read the rest of this entry »


UY/MIABH/08042012/AWA

April 8, 2012

- Ijma’ yang berlaku ialah apa yang telah diijma’kan oleh Salafush Shalih, karena orang-orang yang sesudah mereka banyak ikhtilaf dan umat ini sudah berpencar ke seluruh dunia. Bahkan Imam Ahmad bin Hanbal Rahimahullah berkata, “Barangsiapa yang mendakwahkan (mengklaim) adanya ijma’ setelah masa Salafush Shalih, maka ia telah dusta.”

- Ketika beliau (Syaikhul Islam) menjelaskan manhaj Ahlus Sunnah wal Jama’ah dalam masalah-masalah pokok tertentu, beliau menyebutkan manhaj yang menyeluruh dalam agama ini, baik masalah ushul (pokok), maupun furu’ (cabang), bahwa mereka itu menempuh jalan yang lurus dan pegangan yang bermanfaat dari Al Kitab dan As Sunnah, serta mereka mengikuti orang yang paling tahu tentang Islam dan paling dalam ilmunya serta paling ittiba’ kepada Al Qur’an dan As Sunnah, yaitu para Sahanat Radhiallahu’anhum secara umum, dan mengikuti Khilafaur Rasyidin secara khusus, serta mereka berjalan di jalan Allah dengan diiringi prinsip-prinsip yang mulia ini. Apa yang datang dari perkataan-perkataan manusia atau pendapat-pendapat madzhab di mana orang mengikutinya, maka mereka (Ahlus Sunnah) menimbangnya dengan tolok ukur Al Qur’an, As Sunnah, serta Ijma’ Sahabat dan generasi terbaik umat ini, maka menjadi luruslah jalan mereka. Mereka juga selamat dari bid’ah-bid’ah perkataan yang menyalahi apa yang dilaksanakan Rasulullah Shalallahu ‘alahi wa sallam dan Sahabatnya dalam masalah i’tiqaad (keyakinan), sebagaimana mereka selamat dari bid’ah-bid’ah ‘amaliyyah, dan mereka tidak beribadah dan tidak mengadakan syari’at, melainkan dengan apa yang disyari’atkan oleh Allah dan Rasul-Nya. Read the rest of this entry »


UY/MIABH/18032012/BM

March 18, 2012

1579. Dari Abu Hurairah Radhiallahu’anhu, ia berkata, “Rasulullah Shalallahu’alaihi wa sallam bersabda, ‘Sesungguhnya kalian tidak akan cukup memberi manusia dengan harta kalian. Akan tetapi kalian akan cukup memberikan kepada manusia dengan wajah yang berseri dan akhlak yang mulia.’”

- Hadits ini dha’if (lemah), namun keutamaan akhlak yang mulia telah dijelaskan pada hadits-hadits shahih yang lain.

- Orang yang paling sempurna imannya di antara kalian adalah yang paling baik akhlaknya.

1580. Dari Abu Hurairah Radhiallahu’anhu, ia berkata, Rasulullah Shalallahu’alaihi wa sallam bersabda, ‘Seorang mukmin adalah cermin bagi saudaranya yang mukmin.’” (Dikeluarkan oleh Abu Dawud dengan sanad Hasan)

- Bila seorang mukmin melihat kesalahan pada saudaranya sesama mukmin, maka hendaknya ia memperbaikinya sebagaimana ia memperbaiki dirinya sendiri dihadapan cermin. Read the rest of this entry »


UY/MIABH/18032012/AWA

March 18, 2012

Bab kesebelas, Ciri-ciri Ahlus Sunnah wal Jama’ah

Penulis Rahimahullah berkata,

“Kemudian di antara manhaj (jalan) Ahlus Sunnah wal Jama’ah ialah ‘ittiba’ (mengikuti) atsar-atsar Rasulullah Shalallahu’alaihi wa sallam secara lahir dan bathin, mengikuti jalan orang-orang yang terdahulu dari generasi pertama Muhajirin dan Anshar, serta mengikuti wasiat Rasulullah Shalallahu’alaihi wa sallam, dimana beliau Shalallahu’alaihi wa sallam bersabda:

‘Maka wajib atas kalian berpegang teguh kepada Sunnahku dan Sunnah Khulafa-ur Rasyidin yang mendapat petunjuk. Peganglah erat-erat dan gigitlah ia dengan dengan gigi gerahammu. Dan jauhilah oleh kalian perkara-perkara yang diada-adakan (dalam agama), karena setiap bid’ah adalah keseseatan.’ [Hadits Shahih, diriwayatkan oleh Ahmad (IV/126) dan lainnya] Read the rest of this entry »


UY/MIABH/26022012/AWA

March 11, 2012

- Karomah para wali pada hakikatnya memberikan tiga faidah:

1. Menunjukkan kesempurnaan kekuasaan Alloh dan kehendak-Nya.

2. Bahwa terjadinya karomah untuk para wali ini pada hakikatnya adalah mukjizat untuk para Nabi, karena karomah-karomah itu tidak akan mereka peroleh kecuali dengan sebab barokah mengikuti Nabi mereka, yang dengan mengikuti Nabi mereka, mereka mendapatkan kebaikan yang banyak di antaranya adalah karomah ini. Maka keluarbiasaan yang didapati dari orang yang tidak mengikuti Nabi bukanlah karomah, namun berasalah dari para wali syaithon.

3. Bahwa karomah yang diperoleh para wali adalah kabar gembira yang disegerakan oleh Alloh dalam kehidupan dunia, sebagaimana firman-Nya yang artinya:

“Ingatlah, sesungguhnya wali-wali Alloh itu, tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati. (Yaitu) orang-orang yang beriman dan mereka selalu bertakwa. Bagi mereka berita gembira di dalam kehidupan di dunia…” (Yunus [10]: 62-64)

Menurut pendapat sebagian ahli tafsir bahwa berita gembira tersebut ialah segala sesuatu yang menunjukkan kepada kewalian mereka dan akibat yang baik bagi mereka, di antaranya adalah karomah. Read the rest of this entry »


UY/MIABH/26022012/BM

March 11, 2012

1578. Dari Abu Huroiroh Rodhiallohu’anhu, ia berkata, “Rosululloh Sholallohu ‘alaihi wa sallam bersabda, ‘Amalan yang paling banyak memasukkan ke dalam Surga adalah takwa kepada Alloh dan akhlak yang mulia.’” (Dikeluarkan oleh at-Tirmidzi dan dishohihkan oleh al-Hakim)

- Adapun yang paling banyak memasukkan ke dalam Neraka adalah mulut dan kemaluan.

- Nabi Sholallohu ‘alaihi w a sallam banyak memberikan wasiat untuk takwa, dan takwa merupakan sebaik-baik wasiat.

- Berkata seorang tabi’in yang bernama Thalq bin Habib, “Takwa yaitu engkau melaksanakan amal ketaatan di atas cahaya dari Alloh karena mengharapkan ganjaran dari Alloh, dan engkau meninggalkan dosa dan maksiat di atas cahaya dari Alloh karena takut dengan adzab Alloh.”

- Asas takwa adalah tauhid kepada Alloh.

- Takwa mencakup hubungan dengan Alloh, orang tua, istri dan anak, sanak kerabat, tetangga, ulama, orang yang sudah tua, dengan orang dalam bermuamalah, dan lainnya.

- Akhlak yang mulia meliputi 1) Wajah yang berseri, 2) Banyak membantu atau berbuat kebajikan, dan 3) Menahan gangguan.

- Bakhil adalah akhlak yang tercela.

- Jagalah lisan dari mengganggu orang. Jika tidak bisa berkata baik, maka diamlah.


UY/MIABH/12022012/AWA

February 19, 2012

Bab kesepuluh, Karomah Para Wali

- Karomah, yaitu kemuliaan, lawannya kehinaan. Karomatul aulia, yaitu Alloh memberikan kemuliaan kepada wali-wali-Nya yang beriman dan bertakwa dengan sesuatu yang luar biasa.

- Keluarbiasaan tersebut dapat berupa ilmu, kekuatan, dan hal lainnya.

- Keluarbiasaan juga dapat terjadi selain kepada para wali, yaitu:
1. Ayatul anbiya atau mukjizat, yaitu keluarbiasaan pada para Nabi.
2. Khowariqul adat, yaitu keluarbiasaan yang bisa terjadi pada dukun, tukang sihir, para normal, dan lainnya yang merupakan perkara yang berasal dari wali-wali syaitan, seperti dapat makan api, tahan senjata tajam, dan lainnya. Dan ini bukan karomah.

- Dibahasanya karomah dalam kitab ini, karena adanya ahlul bid’ah dan golongan yang menyimpang yang menolak adanya karomah. Mereka menjadikan akal sebagai pokok hukum, dan menurut mereka karomah tidaklah masuk akal, seperti:
1. Golongan falasifah
2. Mu’thazilah
3. Sebagian Asy ‘Ariyah

- Wali Alloh adalah mereka yang beriman dan bertakwa kepada Alloh. “Ingatlah, sesungguhnya wali-wali Alloh itu, tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati. (Yaitu) orang-orang yang beriman dan mereka selalu bertakwa. “ (Lihat Yunus ayat 62-63)

- Maka barangsiapa yang beriman dan bertakwa, maka dia adalah walai Alloh. Mereka menegakkan tauhid dan menjauhi syirik. Read the rest of this entry »


Follow

Get every new post delivered to your Inbox.